Beberapa waktu terakhir ini pikiran soal “bagaimana memulai sesuatu” mondar-mandir di kepalaku. Utamanya karena memang sekarang aku lagi memulai dan memulai ulang belajar beberapa hal sekaligus—yang langsung teringat di kepala adalah belajar bahasa Jepang dari awal setelah stuck beberapa kali, dan yang paling baru belajar mengurus konfigurasi window manager Sway beserta tetek bengek aplikasi dan penampilannya. Ini belum termasuk ke hal-hal lain yang dari lama memang ingin aku pelajari secara sungguh-sungguh untuk berbagai alasan, seperti menggambar dan komposisi lagu. Barusan saja aku berdiskusi dengan Ufal soal digital garden; beberapa waktu lalu akhirnya dia membuat wadah tulisan baru yang diniati sebagai digital garden, terpisah dengan blog maupun tulisan-tulisan lain seperti microblogging. Diskusi ini memantik pikiranku buat “fuck it, ayo nyoba nulis lagi yang serius”.
Kalau dipikir secara agak kritis, ada beberapa hal yang aku tandai seputar bagaimana sekiranya belajar memulai sesuatu (termasuk kegiatan belajar itu sendiri) yang… membuahkan hasil. Bukan benar, bukan efektif, karena aku merasa nggak ada suatu cara yang secara absolut benar ataupun lebih benar dibandingkan yang lain. Tulisan ini pada akhirnya opini yang terbentuk secara holistik dari apa yang membekas di pikiranku.
Pertama (atau langkah nol), persiapan sebelum memulai. Persiapan itu penting, tapi terlalu fokus pada kegiatan mempersiapkan ini bisa malah membuat proses pembelajaran kurang mengena. Pendek kata, terkadang yolo langsung mencoba memulai sesuatu bisa lebih baik untuk proses memulai kedepannya (terkait dengan proses trial and error), karena 1) overload informasi (“buset, banyak banget ini guidenya” dan akhirnya malah menunda atau bahkan nggak jadi mulai), dan 2) karena belum mulai mencoba saat persiapan ini, kita (aku terutama) langkah pertama yang cocok sebenarnya yang mana. Bahkan dengan keberadaan guru/mentor/pembimbing pun belum tentu bakal cocok dengan bagaimana kamu mencerna dan mempraktekkan informasi.
Meraba-raba, lalu menggunakan informasi yang kamu dapat dari trial run pertama itu untuk proses selanjutnya, misal apakah lebih baik refining yang sudah kamu coba lakukan atau mencoba cara lain, aku rasa lebih baik daripada “menumpuk” resource terkait kegiatan yang mau dicoba tapi nggak dipilah-pilah lagi. Proses belajar itu bukan hanya soal mencerna informasi, tapi juga pengaplikasian. Sebagus-bagusnya guide nggak akan berguna kalau nggak dicoba.